Di era serba cepat, makan sering jadi “tugas” yang diselesaikan sambil scrolling Instagram atau menonton drama Korea. Padahal, otak butuh 20 menit untuk mengirim sinyal kenyang ke lambung. Akibatnya? Kamu sudah terlanjur menambah nasi padahal sebenarnya sudah cukup. Makan mindful—atau makan dengan penuh kesadaran—bisa mengubah pengalaman makan jadi momen menyenangkan sekaligus mencegah kembung.
Lima langkah makan mindful dalam 10 menit:
- Matikan layar – Letakkan ponsel di tas atau laci. Fokus hanya pada piring di depanmu.
- Lihat, cium, rasakan – Amati warna makanan, hirup aromanya, baru suap pertama.
- Kunyahan lambat – Hitung 20 kali kunyah per suap. Letakkan sendok/garpu setiap selesai mengunyah.
- Pausa 1 menit – Di tengah makan, taruh alat makan, minum air seteguk, tanyakan pada diri: “Masih lapar atau sudah cukup?”
- Syukuri – Sebelum selesai, ucapkan dalam hati “Terima kasih atas makanan ini.”
Posisi tubuh pasca-makan yang mendukung pencernaan:
- Duduk tegak 10–15 menit – Hindari langsung rebahan di sofa. Ini mencegah asam lambung naik ke kerongkongan.
- Jalan santai 5 menit – Keliling rumah atau koridor kantor. Gerakan ringan merangsang kontraksi usus (peristaltik).
- Hindari sabuk ketat – Longgarkan ikat pinggang agar diafragma bisa bergerak bebas.
Jurnal makan 3 hari untuk menemukan pola pribadi:
| Hari | Menu | Waktu Makan | Lama Makan | Rasa Setelah 1 Jam | Catatan |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Nasi ayam kukus | 12.30 | 25 menit | Ringan, energik | Kunyah lambat |
| 2 | Mie goreng + es teh | 13.00 | 10 menit | Kembung, ngantuk | Makan sambil WA |
Dari jurnal, kamu akan melihat pola: makan cepat + distraksi = kembung. Sebaliknya, makan perlahan + fokus = perut nyaman.
Bonus ritual malam: Sebelum tidur, lakukan “stomach massage” ringan: telapak tangan kanan di perut, putar searah jarum jam 20 kali. Ini membantu mengeluarkan sisa gas dan mempersiapkan pencernaan pagi hari.
Mulai hari ini, jadikan makan sebagai momen “me time” yang menyenangkan. Perut bahagia, pikiran pun tenang!


Leave a Reply